Apersijatim.or.id – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengemukakan, program pembangunan 1 juta rumah itu terdiri atas 603.516 unit untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 396.484 unit untuk Non MBR.
Dari 603.516 unit rumah MBR, menurut Basuki, dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama 331.693 unit yang sekarang siap izin dan lokasi, 98.020 unit tahap kedua yang diharapkan bulai Mei-Juni mendatang dirampungkan Kementerian PUPR, dan tahap ketiga sebanyak 173.803 unit yang sekarang dalam proses izin lokasi pengembang.
“Untuk tahap pertama, 27.134 unit rumah saat ini sedang dibangun, 98.811 unit yang dilakukan ground breaking hari ini, dan 205.748 unit akan dilakukan sesudah hari ini,” kata Basuki.
Adapun untuk pembanguan 396.484 unit rumah non MBR, menurut Menteri PUPR, dilakukan oleh pengembang dan masyarakat sesuai mekanisme pasar.
Sebelum melakukan pencanangan pembangan satu juta rumah itu, Presiden Jokowi terlebih dahulu meninjau maket proyek rusun pekerja 5 lantai, tipe 24 lajang dan tipe 36 keluarga yang berlokasi di Kelurahan Gedanganak, Ungaran.
Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyaksikan penandatangan Nota kesepakatan tentang Pembangunan Rusunawa Rumah Susun Sederhana Sewa bagi Pekerja/Buruh di Provinsi Jawa Tengah antara Gubernur Jawa Tengah dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan.
Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
(Sumber: http://setkab.go.id)